Suara Profetis antara Uskup Paulus Budi Kleden SVD dan Gubernur NTT terkait Proyek Geothermal
Penulis: Frederikus Suni
![]() |
Kehangatan antara Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD dan Gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena, ketika membangun dialog Profetis terkait Geothermal di daratan Flores. Tafenpah.com |
TAFENPAH.COM - Penolakan uskup se-Nusa Tenggara (Denpasar, Labuan Bajo, Ruteng, Ende, Maumere hingga Larantuka) terkait mega proyek pembangunan Geothermal dari pemerintah pusat di daratan Flores, provinsi Nusa Tenggara Timur, hingga kini masih belum menemui titik terang.
Karena investasi dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia tersebut, dinilai tokoh agama Katolik dapat membahayakan keselamatan warga setempat.
Selain persoalan kerusakan lingkungan hidup, ketimpangan ekonomi, kecenderungan pejabat untuk korupsi atau memperkaya diri dengan proyek tersebut hingga persoalan lainnya.
Penolakan warga dan juga para uskup, gubernur NTT, Emanuel Melkiades Laka Lena mengatakan untuk saat ini, proyek Geothermal di Flores dihentikan!
"Geothermal yang sudah berjalan agar dibenahi dan diperbaiki. Semua yang akan dibangun akan disepakati dan dipending dulu," ujar Melki.
Mantan Seminaris di Seminari Pius XII Kisol, Manggarai Timur sekaligus lulusan dari Universitas Sanata Dharma tersebut, berusaha untuk membangun dialog bersama warga, pemerintah daerah, swasta, tokoh agama hingga pihak-pihak yang terkait dalam pembangunan Geothermal, guna mencari solusi terbaik.
Menariknya, gubernur Melki Laka Lena pada Jumat, 4 April 2025 lalu, ia berkesempatan untuk berdiskusi/sharing pengalaman bersama Mgr. Paulus Budi Kleden, SVD (Uskup Agung Ende).
Mantan Superior Jenderal Kongregasi Serikat Sabda/SVD di Roma, Italia tersebut, menggunakan suara kenabiannya atau lebih tepatnya suara Profetis, untuk memberikan pandangan humanis, konstruktif hingga visioner kepada pemerintah provinsi Nusa Tenggara Timur, dalam menyelesaikan persoalan-persoalan Geothermal.
Sebagai tokoh agama, pemikir, pemerhati isu lingkungan hidup, Uskup Paulus Budi Kleden, SVD sejatinya tidak menghakimi niat baik dari pemerintah pusat dan daerah dalam membangun Geothermal di daratan Flores.
Asalkan, konsep pembangunan Geothermal didasarkan pada asas kesejahteraan, peningkatan ekonomi warga, tersedianya lapangan pekerjaan hingga konsep pembangunan berkelanjutan, sebagaimana pesan tersirat di balik 'Suistainable Development Goals (SDGs).
Selain itu, sebagai anggota SVD (Kongregasi misionaris terbesar di Gereja Katolik Roma), Mgr. Paulus Budi Kleden juga memiliki kepedulian yang lebih terhadap isu-isu seputar JPIC 'Justice (keadilan), Peace (kedamaian), and Integrity of Creation (keutuhan ciptaan).
Menyikapi insight-insight berharga tersebut dari Uskup Paulus Budi Kleden, SVD yang secara pengalaman, dinamika dialog lintas budaya dan negara sudah melanglang buana di penjuru dunia, mendorong gubernur Melki Laka Lena untuk meninjau ulang proyek pembangunan Geothermal.
"Terkait pembangunan Geothermal yang kami diskusikan bersama bapak uskup, kami menyadari banyak kekurangan. Karena sejak awal dimulai dengan desain yang kurang baik," ujar Melki.
Pembangunan Geothermal harus aman, dan sesuai dengan aspirasi para uskup.
"Pembangunan Geothermal harus aman bagi masyarakat. Jika tidak aman, maka dipending dan sebaiknya tidak ada Geothermal di wilayah ini," tutup Melki.
Sumber; Instagram @melkilakalena.official
Posting Komentar untuk "Suara Profetis antara Uskup Paulus Budi Kleden SVD dan Gubernur NTT terkait Proyek Geothermal "
Posting Komentar
Berkomentarlah dengan baik dan sopan ya! | Terima kasih
Diperbolehkan mengutip tulisan dari Tafenpah tidak lebih dari 30%, dengan syarat menyertakan sumber | Mari, kita belajar untuk menghargai karya orang lain | Salam hangat